Sunday, 26 April 2015

Tips dan Trik Memilih Perguruan Tinggi



Tips dan Trik Memilih Perguruan Tinggi - Setelah anda memilih jurusan/Program studi, langkah beikut nya menentukan perguruaan tinggi. Perguruan tinngi di Indonesia sangatlah banyak baik PTN ataupun PTS. Tentu saja tidak semuanya memenuhi criteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan.



Pilihlah PTN/PTS yang anda minati yang sesuai dengan program yang anda senangi. Pertimbangan kanlah  PTS/PTN yang biaya nya yang sangat mahal bagi anda atau terlalu jauh dari rumah tinngal anda.Dengan demikian daftar PTN/PTS yang anda jadikan suatu pilihan akan semakin sedikit .

Faktor apalagi yang perlu anda dilihat dari suatu perguruan tinggi untuk menentukan pilihan akhir anda ? adapun beberapa criteria nya sebagai berikut.

1. Reputasi
Pertimbangan reputasi bagi anda jadikan dasar dalam memilih Peguruan Tinggi.

2. Metode dan Presentase Pembelajaran
Hal Ini perlu anda ketahui karena akan menentukan kualitas kompetensi anda

3. Status Akreditasi
Status Akreditasi mungkin masih asing terdengar bagi anda , apalagi yang masih mau menempuh studi lanjut

4. Fasilitas Pendidikan
Fasilitas Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan anda menempuh pendidikan di perguruan tinggi

5. Prospek Lulusan
Kualitas Pembelajaran dan fasilitaspendidikan akan bepengaruh terhadap prospek lulusan

6. Biaya
Biaya yang dikeluarkan relative sesuai dengan kualitas dan fasilitas pembelajaran yang di berikan perguruan tinggi kepada anda

Friday, 24 April 2015

Contoh Surat Lamaran Kerja


Contoh Surat Lamaran Kerja untuk mlamar ke sebuah perusahaan dan bagaimana cara membuat lamaran kerja dengan mengikuti contoh surat lamaran kerja ini saya harap teman teman dapat membuat surat lamaran kerja untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.



                                                                                                     Bandung, 17 Agustus 2014
Hal      : Lamaran
Yth. Bapak/Ibu
Bidang apa….
di tempat

Dengan hormat,
Berdasarkan informasi yang saya terima, bahwa sekolah Bapak/ibu pimpin membuka kesempatan kerja. Dengan ini saya melamar untuk menjadi salah satu karyawan di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin.

Berikut data singkat saya :

·         Nama Lengkap           :
·         Tempat/tanggal lahir  
·         Pendidikan terakhir    :  
·         Alamat KTP               
·         No. telepon                

Sebagai bahan pertimbangan  saya lampirkan :

1.      Daftar riwayat hidup
2.      Foto copy ijazah SMA
3.      Transkrip nilai semester 1-3
4.      Foto berwarna 4x6
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

                                                                                                                        Hormat saya,
                                                                                                                                                                                                                                                        
 Curriculum Vitae
Data Pribadi              
·         Nama Lengkap          
·         Tempat/tanggal lahir  
·         Status perkawinan     
·         Alamat KTP               
·         Agama                                    :  
·         No. telepon
                 
Pendidikan Formal
·         SDN
·         SMPN 
·         SMAN

Kemampuan Diri
·         Mengajar
·         Menulis artikel
·         Kemampuan komputer Ms. Office, MS,Excel
·         Mampu berkomunikasi dengan baik

Pengalaman
·         Pengajar

Contoh Surat Pemesanan Yang Baik dan Benar

Contoh Surat Pemesanan yang baik dan benar,belajar membuat surat pemesanan dengan baik dan benar adapun contoh nya seperti di bahwah ini cara membuat surat pemesanan tentang cara membuat contoh surat pemesanan



Bandung,……

Kepada
PT. Pandai Menulis
Jl.Cempaka Bandung 666

Perihal : Pemesanan Makanan Siang

Sehubungan akan dilaksanakan ujian seleksi masuk calon karyawan,dengan ini kami mengharap bantuannya untuk menyediakan makanan siang sebanyak 1.050 porsi.

Adapun menu yang kami pihih adalah “menu jenis A”, dengan harga dan kualitas yang seperti tercantum di dalam lampiran surat penawaran saudara.

Saya mengarap bahwa makanan tersebut kami terima pada hari Senin 28 februari 2015 pukul 10:00 di Rruang Serbaguna Gedung V

Atas bantuan dan kerjasama nya yang diberikan saya mengucapkan terima kasih

Hormat saya,


Anita Rahma
Koor.Konsumsi

Sejarah Singkat ASEAN Economic Community (AEC) 2015

Sejarah Singkat ASEAN Economic Community (AEC) 2015 Dalam  kerjasama  ASEAN  di  bidang  ekonomi,  pada  awalnya  kerjasama  difokuskan dengan pemberian prefensi perdagangan  (Predential trade), usaha patungan  (Joint Venture)dan  skema  saling  melengkapi  (Complementation  scheme)  antar  pemerintah  negara-negara anggota  maupun  pihak swasta di  kawasan  ASEAN





 Dalam  kerjasama  ASEAN  di  bidang  ekonomi,  pada  awalnya  kerjasama  difokuskan
dengan pemberian prefensi perdagangan  (Predential trade), usaha patungan  (Joint Venture)
dan  skema  saling  melengkapi  (Complementation  scheme)  antar  pemerintah  negara-negara
anggota  maupun  pihak swasta di  kawasan  ASEAN,  seperti  Industrial  Project  Plan  (1976),
Prefential  Trading  Area  (1977),  ASEAN  Industrial  Complement  Scheme  (1981),  ASEAN
Joint  Venture  Scheme  (1981)  dan  Enhanched  Prefential  Trading  Arengement  (1987).Pada
dekade 80-an  dan 90-an, ketika antar negara di berbagai belahan dunia  melakukan upaya-upaya
untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi, negara-negara ASEAN menyadari bahwa
cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan    saling membuka perekonomian mereka, guna
menciptakan  integrasi  ekonomi    kawasan.  Pada  KTT  ke-5  di  Singapura  tahun  1992  telah
ditandatangani Framewok Agreement Enchanching ASEAN Economic Cooperation sekaligus
menandai  dicanangkannya  ASEAN  Free  Trade  Area  (AFTA)  pada  tanggal  1  Januari  1993
dengan  Common  Efective  Prefential  Tariff  (CEPT)  sebagai  mekanisme  utama.  Pendirian
AFTA memberikan implementasi dalam bentuk pengurangan dan eliminasi  tarif, penghapusan
hambatan-hambatan  non-tarif,  dan  perbaikan  terhadap  kebijakan-  kebijakan  fasilitas
pedagangan.
           
Dalam perkembangannya, AFTA tidak hanya difokuskan pada liberalisasi perdagangan
barang, tetapi juga perdagangan  jasa dan investasi. Sejalan dengan perkembangan konstelasi
global, ASEAN pun mengalami pengembangan pesat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Seperti  yang  telah  dikemukakan  di  atas,  pada  awal  berdirnya,  ASEAN  mencurahkan
perhatiannya untuk membangun rasa saling percaya (confidence Bulding Measure), itikad baik
dan  mengembangkan  kebiasaan  secara  terbuka  dan  dinamis  diantara  sesama
angotanya.Menjelang  usianya  yang  ke-40,  ASEAN  telah  mencapai  tingkat  koefisitas  dan
memiliki  rasa  saling  percaya  yang  cukup  tinggi  dantara  para  anggotanya  serta  mulai
menyentuh kerjasama di bidang-bidang yang dianggap sensitif.
Perkembangan  ASEAN  yang  pesat  tersebut  tidak  terlepas  dari  pen garuh  lingkungan
baik  di  dalam  maupun  luar  kawasan  yang  turut  membentuk  dan  memperkaya  pola-pola
kerjasama  diantara  negara  anggota  ASEAN.  Pengalaman  kawasan  Asia  Tenggara  semasa
krisis  keuangan  dan  ekonomi  Tahun  1997-1998  memicu  kesadaran  ASEAN  mengenai
pentingnya peningkatan dan perluasan kejasama intra kawasan.
           
Perkembangan ASEAN memasuki babak baru dengan diadopsinya Visi ASEAN 2020
di Kuala Lumpur tahun 1997 yang mencita-citakan ASEAN sebagai Komunitas negara-negara
Asia  Tenggara  yang  terbuka,  damai,  stabil,  sejahtera,  saling  perduli,  diikat  bersama  dalam
kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Selanjutnya ASEAN juga mengadopsi Bali Concord II
pada  KTT  ke-9  ASEAN  di  Bali  tahun  2003  yang  menyetujui  pembentukan  Komunitas
ASEAN. Pembentukan Komunitas  ASEAN ini merupakan bagian dari upaya ASEAN untuk
lebih mempererat integrasi ASEAN. Selain itu juga merupakan upaya evolutif   ASEAN untuk
menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestik
yang  berdampak  pada  kawasan  tanpa  meninggalkan  prinsp-prinsip  utama  ASEAN,  yaitu:
saling  menghormati  (Mutual  Respect),  tidak  menca mpuri  urusan  dalam  negeri  (NonInterfence), konsensus, diaog dan konsultasi. Komunitas ASEAN terdiri dari tiga  pilar yang
termasuk di dalamnya kerjasama di bidang ekonomi, yaitu:
           
Komonitas Keamanan ASEAN ( ASEAN Security Comunity/ASC),ü
            Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC)ü
            dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Sosio-Cultural Community/ASCC).ü
           
Pencapaian  Komunitas  ASEAN  semakin  kuat  dengan  ditandatanganinya  ”Cebu
Declaration on the Estabilishment of an  ASEAN Community by 2015” oleh para pemimpin
ASEAN  pada  KTT  ke-12  ASEAN  di  Cebu  Filiphina,  13  Januari  2007.  Dengan
ditandatanganinya  deklarasi  ini,  para  pemimpin  ASEAN  menyepakati  percepatan
pembentukan Komunitas ASEAN/ASEAN Community dari tahun 2020 menjadi 2015.
Lalu  komimen  tersebut,  khususnya  di  bidang  ekonomi,  dilanjutkan  dengan
penandatanganan ASEAN Charter/Piagam ASEAN beserta cetak biru AEC 2015 pada  KTT
ASEAN  ke-13  di  Singapura,  pada  tanggal  20  November  2007.  Penandatanganan  Piagam
ASEAN beserta cetak birunya AEC adalah merupakan babak baru dalam  kerjasama ASEAN
di bidang ekonomi diusianya yang kempat puluh tahun.  Seperti yang telah disebutkan di atas,
bahwa AEC adalah merupakan salah satu  dari tiga pilar utama dalam ASEAN Community
2015, yang ingin membentuk  integrasi ekonomi di kawasan ASEAN Tenggara. AEC memiliki
lima (5) pilar utama,  yakni:
            1. Aliran bebas barang (free flow of goods),
            2. Aliran bebas jasa (free flow of sevice),
            3. Aliran bebas investasi (free flof of investment),
            4. Alran bebas tenaga kerja terampil (free flow of skilled labour), dan
            5. Alian bebas modal ( free flow of capital)


Contoh Makalah Pendidikan Karakter

Contoh makalah pendidikan - Makalah pendidikan karakter ini saya susun hanya sebagai contoh dalam membuat makalah sekaligus semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang akan membuat makalah khusunya yang bertemakan tentang pendidikan. dan jika ada kekurangan dari contoh makalah ini saya mohon maaf dan silahkan berkomentar tentunya komentar yang sifatnya membangun dan sesuai dengan tema artikel. Untuk melihat contoh makalah yang lain silahkan anda lihat pada bagian akhir dari artikel ini
Makalah Tentang Pendidikan Karakter






Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun Tugas Bahasa Indonesia ini dengan baik dan tepat waktu.
Seperti  yang telah kita ketahui “Pendidikan Karakter” itu sangat penting bagi anak bangsa dari mulai dini. Semua akan dibahas pada makalah ini kenapa  Pendidikan Karakter itu sangat dibutuhkan dan layak dijadikan sebagai materi pelajaran.
Tugas ini kami buat untuk memberikan  penjelasan tentang keberadaan Pendidikan Karakter bagi kemajuan bangsa. Semoga makalah yang kami buat ini dapat membantu menambah wawasan kita menjadi lebih luas lagi.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun  makalah ini. Oleh karena itu,  kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah ini.Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pembina mata pelajaran Bahasa Indonesia Pak widi, dan  kepada pihak  yang telah membantu ikut serta dalam penyelesaian makalah ini.
Atas perhatian dan waktunya, kami sampaikan banyak terima kasih.


15 Mei 2015                                                                                                       Jakarta



                                                                                                                           Penyusun


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I          PENDAHULUAN
                    1.1. Latar Belakang
                    1.2. Rumusan Masalah
                    1.3. Tujuan
                    1.4. Ruang Lingkup
BAB II        PEMBAHASAN
                    2.1. Pengertian Pendidikan Karakter
                    2.2. Contoh Program Pendidikan Karakter
                    2.3. Peran Pendidikan Karakter
BAB III       PENUTUP
                    3.1. Kesimpulan
                    3.2. Saran

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
1.2
       Sebagai Negara yang besar dan dengan sumber daya alamnya yang melimpah pada dasarnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu Bangsa yang maju, bermartabat dan lebih baik dari saat ini, dan itu semua dapat terwujud tentunya dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif dan memiliki visi yang jelas dan terarah untuk kemajuan Bangsa. Untuk memenuhi tujuan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tentunya pendidikan adalah faktor terpenting yang tidak dapat dipisahkan.

       Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 3 (tiga) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan dari pendidikan nasional tidak saja hanya mencetak sumber daya manusia yang cerdas akan tetapi juga mampu mencetak kepribadian yang berkarakter, berakhlak, kreatif, memiliki misi visi dan bertanggung jawab serta sebagai warga negara yang baik. Kesuksesan seseorang tidak pernah lepas dari potensi yang dimiliki oleh orang tersebut, potensi dalam arti tidak saja berbicara tentang skil akan tetapi meliputi kemampuan seseorang mengimplementasikan potensi yang dimiliki untuk orang banyak, kemampuan mengelola diri dan orang lain.

   Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ( Ali Ibrahim Akbar, 2000) mengungkapkan bahwa kemampuan teknis (Hard Skill) hanya memberikan kontribusi sekitar 20% terhadap kesuksesan seseorang, selebihnya sekitar 80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh soft skill dan itu artinya karakteristik seseorang memiliki porsi yang lebih besar sebagai penentu sukses tidaknya seseorang dimana karakteristik seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan karakter yang ia serap.

1.2. RUMUSAN MASALAH

       Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antaralain :

a. Apa pengertian pendidikan karakter
b. Bagaimana Contoh program pendidikan karakter
c. Bagaimana peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

1.3. TUJUAN PENULISAN

       Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut
• Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter
• Untuk mengetahu contoh program pendidikan karakter
• Untuk mengetahui peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa


BAB II
PEMBAHASAN


2.1. PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER

Pengertian karakter
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia Karakter adalah Sifat - sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain
• Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional) karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.


Pengertian pendidikan
Berdasarkan (UU SISDIKNAS No 20 tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pengertian pendidikan karakter
Pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilai karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai - nilai baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa. Sementar itu menurut Lickona pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai - nilai etika yang inti

2.2. CONTOH PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER

A. Lingkungan Sekolah
• Training Guru
Program ini tujuannya adalah memberikan wawasan dan pelatihan kepada guru untuk memahami para anak didiknya dari segi psikologis yang kemudian dapat mempermudah dalam menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melaui pendekatan psikologis sehingga para anak didik dapat menyerap materi yang disampaikan tanpa adanya beban ataupun rasa takut karena perbedaan status antara guru dan siswa namun tentunya tanpa mengurangi kode etik dan norma etika dan sopan santun

• Program Kurikulum Pendidikan Karakter
Program ini di khususkan untuk suksesnya pendidikan karakter di sekolah, disamping pemberian materi juga menanamkan nilai - nilai kehidupan kepada para siswa

B. Lingkungan Keluarga

       Karakter akan terbentuk dari apa yang kita lihat, kita rasakan, dan dari sebuah aktifitas yang sering kita lakukan yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan dan pada akhirnya akan menjadi sebuah kepribadian yang juga disebut dengan karakter.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki 3 hubungan yaitu hubungan dengan diri sendiri, hubungan sosial dan alam sekitar dan hubungan dengan Tuhan YME. Dari ketiga hubungan tersebut akan menciptakan pemahaman kepada anak yang selanjutnya menjadi sebuah keyakinan dan dari sebuah pemahaman tersebut akan menentukan cara anak dalam memperlakukan dunianya.
Positf atau negatif perilaku anak sangat tergantung dengan positif atau negatifnya pemahaman anak tersebut dalam memahami atau memandang sebuah permasalahan atupun objek dan segala sesuatu yang terdapat disekitarnya.

       Membangun karakter anak sejak usia dini memiliki efek yang membekas dan akan tetap tertanam sampai anak itu tumbuh lebih dewasa dan mampu menjadi filter dari apa yang ia temukan di lingkungan sosial yang lebih luas yaitu masyarakat. Dari lingkungan keluarga ini lah persespsi anak akan terbentuk oleh karena itu berikanlah pemahaman yang positif terhadap baik dalam bentuk komunikasi maupun sikap dan berikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan tetap adanya kontrol yang seimbang

2.3. PERAN PENDIDIKAN KARAKTER

       Dunia pendidikan adalah sebagai instrumen penting sekaligus sebagai penentu maju mundurnya sebuah bangsa dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan pendidikan karakter. Keduanya merupakan satu kesatuan yang seharusnya berjalan seiring dan berimbang karena seperti yang sudah diungkapkan pada bab pendahuluan bahwa kesuksesan seseorang 80% ditentukan dari karakteristik seseorang apakah mampu mengelola potensi yang dimiliki serta mampu mengelola orang lain. Makna dari mengelola tentunya bersifat psoitif yaitu mampu bekerjasama dan mengimplementasikan potensi yang dimiliki dalam sebuah tindakan yang kreatif.

      Kemajuan suatu bangsa tidak akan tercapai hanya dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan orang - orang cerdas tanpa didukung dengan kepribadian yang positif. Di sinilah peran pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif dan berpepribadian yang luhur agar mampu mengelola sumber kekayaan alam sesuai dengan semestinya yaitu untuk membangun sebuah bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi atau tangguh dalam militer akan tetapi tidak mencerminkan bangsa yang bermartabat melainkan menjadi bangsa yang besar, mandiri dalam segala aspek dan bangsa yang berbudaya luhur dan bermartabat.

BAB III
PENUTUP


3.1. KESIMPULAN

       Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang mencakup tentang pendidikan karakter yaitu bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk pengembangan pendidikan karakter melalui berbagai program baik itu yang ditujukan kepada para pengajar maupun kepada para anak didik atau siswa.
Pendidikan karakter suatu sistem untuk menanamkan nilai nilai kpribadian yang luhur yang meliputi hubungan terhadap diri sendiri, terhadap lingkungan sekitar dan hubungan terhadap Tuhan YME dimana semua itu terbentuk dari sebuah pemahaman terhadap apa yang dilihat, dirasa, dan didengar.
Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk meningkatkat kualitas dari pendidikan itu sendiri untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif , berahlak dan memiliki kepribadian yang positif agar mampu mengelola dan mengambil peran dalam membangun bangsa yang bermartabat.

3.2. SARAN

       Pemerintah adalah sebagai kontrol dunia pendidikan karena dari sinilah masa depan bangsa di tentukan, guru sebagai pendidik sudah sepantasnya dapat menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melalui pendekatan psikologis agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kekeluargaan dan yang terakhir adalah orang tua sebagai orang terdekat dan merupakan tempat pertama seorang anak mengenal lingkungan hendaknya memberikan contoh yang positif dalam keseharian baik dalam bentuk sikaf maupun komunikasi yang bersidat searah dan dua arah
Akhirnya dari semua pembahasan ini kami sebagai penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin..

Artikel Intervensi Anak Tuna Grahita

Intervensi anak tuna grahitha.Menekankan pada pengenalan kata melalui proses mendengarkan bunyi huruf .Pada mulanya anak di ajak mengenal bunyi huruf,suatu proses memecahkan kode atau sandi yang berbentuk tulisan menjadi bunyi yang sesuai anak tuna grahita atau anak bermasalah dengan keterlambatan bicara.

 
Metode Membaca

1. Metode Fonik
Menekankan pada pengenalan kata melalui proses mendengarkan bunyi huruf. Pada mulanya anak di ajak mengenal bunyi huruf, kemudian menjadi suku kata dan kata. Mengenalkan huruf mengaitkan huruf depan dengan berbagai nama yang sudah dikenal anak.
misal: B……… K………

2. Metode Linguistik
Metode ini didasarkan atas pandangan bahwa membaca ialah suatu proses memecahkan kode atau sandi yang berbentuk tulisan menjadi bunyi yang sesuai. Metode ini menyajikan kepada anak suatu kata yang terdiri dari konsonan- vocal / vocal- konsonan. Suku kata menjadi kata.
Misal : bu – ku Þ buku

3. Metode SAS ( Struktural Analisis Sintetik)
Mengajar membaca dengan mengenalkan kalimat dipisah menjadi kata- suku kata – uruf – suku kata – kata – kata – kalimat.
Misal: ini ibu budi
ini – ibi – budi
i – ni i – bu bu – di
i – n – i i – b – u b – u – d – i
i – ni i – bu bu – di
ini – ibi – budi
ini ibu budi

4.Metode Fernald ( VAKT ) = Visual Auditory Kinestetic Taktic
Mencoba menulusuri huruf yang dibentuk dengan gerakan telunjuk di udara, kemudian anak membacanya, diulang beberapa kali, sehingga anak bisa membacanya dengan baik.

5. Metode Gilingham
Diajarkan beberapa huruf dan perpaduan huruf, kemudian menebalkan titik – titik huruf / kata yang telah diajarkan, biasanya lebih sering kata benda yang ada di lingkungan anak dan dimengerti anak, sambil menebalkan anak membaca huruf / kata apa yang sedang dia tebalkan.

6. Metode Analisis Gelas.
Anak menyimak gambar peraga yang diperlihatkan. Mengidentifikasi kata lalu mengucapkan kata dengan bunyi kelompok.
Misal : B a j u , dibaca b a – j u B u k u , dibaca b u – k u
Setelah anak mengulang beberapa kali , tulisan huruf yang tadi disebutkan, kemudian coba tutup sebagian atau salah satu huruf, sampai anak ingat betul.
Terapi

Fisioterapi : Suatu terapi awal yang diperlukan oleh anak tuna grahita dikarenakan tuna grahita terlahir dengan tonus yang lemah, dengan terapi awal ini berguna untuk menguatkan otot-otot mereka sehingga kelemahannya dapat di atasi dengan latihan-latihan penguatan otot.

Terapi Wicara
Suatu terapi yang di pelukan untuk anak tuna grahita atau anak bermasalah dengan keterlambatan bicara, dengan deteksi dini di perlukan untuk mengetahui seawal mungkin menemukan gangguan kemampuan berkomunikasi, sebagai dasar untuk memberikan pelayanan terapi wicara.

Terapi Okupasi
Terapi ini di berikan untuk dasar anak dalam hal kemandirian, kognitif/pemahaman, dan kemampuan sensorik dan motoriknya. Kemandirian diberikan kerena pada dasarnya anak "bermasalah" tergantung pada orang lain atau bahkan terlalu acuh sehingga beraktifitas tanpa komunikasi dan memperdulikan orang lain. Terapi ini membantu anak mengembangkan kekuatan dan koordinasi, dengan atau tanpa menggunakan alat.

Terapi Remedial
Terapi ini diberikan bagi anak yang mengalami gangguan akademis skill, jadi bahan bahan dari sekolah bias dijadikan acuan program.
Terapi kognitif
Terapi ini diberikan bagi anak yang mengalami gangguan kognitif dan perceptual, missal anak yang tidak bias berkonsentrasi, anak yang mengalami gangguan pemahaman, dll.

Terapi sensori integrasi
Terapi ini diberikan bagi anak yang mengalami gangguan pengintegrasian sensori, misalnya sensori visual, sensori taktil, sensori pendengaran, sensori keseimbangan, pengintegrasian antara otak kanan dan otak kiri, dll.
Anak di ajarkan berprilaku umum dengan pemberian system reward dan punishment. Bilan anak melakukan apa yang di perintahkan dengan benar, makan diberikan pujian. Jika sebaliknya anak dapat hukuman jika anak melakukan hal yang tidak benar. Dengan perintah sederhana dan yang mudah di mengerti anak.

Terapi snoezelen
Snoezelen adalah suatu aktifitas terapi yang dilakukan untuk mempengaruhi CNS melalui pemberian stimulasi pada system sensori primer seperti visual, auditori, taktil. Taste, dan smell serta system sensori internal seperti vestibular dan proprioceptif dengan tujuan untuk mencapai relaksasi dan atau aktifiti. Snoezelen merupakan metode terapi multisensories.
Terapi ini di berikan pada anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik, misalnya anak yang mengalami keterlambatan berjalan.

Anak autis

. Terapi perilaku
Terapi Perilaku terdiri dari terapi wicara (sampai kepada komunikasi Pragmatis atau bahasa gaul), terapi okupasi, akademik, Bantu diri dan menghilangkan perilaku asosial.
a.Terapi okupasi, Terapi ini untuk menguatkan, memperbaiki koordinasi dan keterampilan ototnya.
b.Terapi Wicara, Bagi penyandang autisme oleh karena semua penyandang autisme mempunyai keterlambatan bicara dan kesulitan berbahasa, speech therapy adalah juga suatu keharusan, tetapi pelaksanaannya harus dengan metode ABA.
c. Sosialisasi dengan menghilangkan perilaku yang tidak wajar, hal ini perlu dimulai dari kepatuhan dan kontak mata, kemudian diajarkan konsep menirukan, lalu diberikan pengenalan konsep dan kognisi melalui bahasa reseptif/kognitif dan bahasa ekspresif disertai dengan tata krama dan sebagainya.

b. Terapi biomedik
Sebagian besar terapi biomedik terhadap ASD diintegrasikan dengan kegiatan anak di rumah dan di sekolah. Hal ini dilakukan karena terapi yang dilakukan  secara terpisah kurang berhasil.

c. Pengobatan (pemberian obat, vitamin, mineral, food supplements)
Tidak diketahui adanya pengobatan menyeluruh terhadap autisme, menggunakan pengobatan tradisional, obat-obatan herbal atau homeopati. Obat-obatan bukanlah perawatan utama dalam autisme. Pemberian obat-obatan untuk penyandang autisme sifatnya sangat individual dan perlu berhati-hati. Dosis dan jenisnya sebaiknya diserahkan kepada Dokter Spesialis yang memahami dan mempelajari autisme (biasanya Dokter Spesialis Jiwa Anak).

d. Program Intervensi lainnya
a. Program Adaptasi Hanen: yaitu suatu program pelatihan di bidang bahasa dan bicara. Dalam berkomunikasi dengan anak autisme haruslah menggunakan bahasa yang sederhana, saling bertatapan muka dengan anak, dan mendengarkan mereka dengan baik.
b. Auditor Integration Training (pelatihan integrasi auditori): yaitu suatu program pelatihan dengan menggunakan suara sebagai cara mengekspos anak pada serangkaian pengalaman pendengaran. Alat dengan headphone digunakan untuk memainkan musik yang dapat diubah dan dikontrol.
c. Diet: beberapa diet telah disarankan untuk mengurangi beberapa gejala autisme. Hingga kini belum ada riset yang mengkomfirmasi keefektifannya. Diet bebas gluten dan kasein adalah yang sangat umum ditemui. Namun tak ada bukti yang menunjukkan bahwa dengan mengeluarkan gluten dan kasein dari diet anak mengarah pada perubahan dalam perkembangan anak.
d. Lumba-lumba: merupakan suatu program treatment, yaitu berenang dengan ikan lumba-lumba sebagai kegiatan terapi.
e. EarlyBird: yaitu suatu program pelatihan bagi para orang tua anak autis. Tujuan dari pelatihan ini yaitu,
                   1) untuk mendukung orang tua dalam periode diantara identifikasi  dan penempatan sekolah, khususnya dalam memahami autisme.
                   2) untuk mendorong orang tua dan membantu memfasilitasi komunikasi sosial anak dan tingkah laku sesuai dalam lingkungan alami anak.
                   3) untuk membantu orang tua mempraktekkan pengasuhan anak di usia awal dengan sebagai pengendali perkembangan tingkah laku yang tak sesuai.
f. Higashi: terapi daily life dikembangkan di jepang oleh Dr. Kiyo Kitahara dan   lainnya. Terapi ini memusatkan filosofi mereka pada budaya Jepang atas penampilan dan milik kelompok. Ini merupakan kurikulum 24 jam yang berfokus pada keterampilan hidup sehari-hari, pendidikan fisik, musik, dan prakarya.
g. Lovaas: pelatihan ini menggunakan pendekatan berdasarkan terapi tingkah laku, serta menggunakan penguatan positif untuk mendorong pembelajaran. Karena program ini sangat terstruktur dan membutuhkan kerjasama yang tinggi dari anak dengan tingkat perulangan yang tinggi.
h. Mifne: pelatihan ini merupakan program intervensi awal untuk keluarga dengan anak autis di bawah umur lima tahun. Program ini menggunakan pendekatan melalui permainan resiprokal (saling respon) dengan anak. Program ini juga menggunakan tim, bekerja secara intens dengan anak dan keluarga untuk menghasilkan lebih banyak peluang berkomunikasi. Ini bertujuan untuk memperbaiki kontak mata, ekspresi afeksi, dan kepedulian sosial.
i. PECS: The Picture Exchange Communication System, program ini mengajarkan anak menukar gambar dengan benda yang diinginkannya, program ini dimulai dengan satu gambar tunggal, bergerak pada pilihan dan kemudian membentuk kalimat yang lebih kompleks.
j. Program Son-Rise, program ini merupakan perawatan dengan pendekatan pendidikan yang dirancang untuk membantu anak autis, keluarga dan pengasuh mereka. Pendekatan ini juga mengeksploitasi ketertarikan anak dan interaksi orang dewasa dengan apa yang dilakukan anak, dan pendekatan ini juga menyarankan interaksi sosial dan belajar sebagai pemfasilitas terbaik melalui ketertarikan spesifik anak. Adapun prinsip kunci dalam program ini yaitu:
                 1) secara aktif bergabung dengan tingkah laku berulang atau tak biasa anak dalam usaha memfasilitasi lebih banyak interaksi sosial.
                 2) fokus pada motivasi anak dan ketertarikannya untuk memfasilitasi pembelajaran dan keterampilan.
                 3) mendorong permainan interaktif dan menggunakan ini untuk belajar.
                 4) mempertahankan sikap mengasuh, tanpa menghakimi, dan positif dalam interaksi dan harapan.
                 5) menyampaikan bahwa orang tua dan pengasuh adalah sumber paling penting dan tanpa akhir bagi anak.
                 6) menciptakan area bekerja dan bermain yang aman, tanpa gangguan.
k. TEACCH, program ini bertujuan untuk membantu anak ASD hidup mandiri sesuai dengan potensi terbaik mereka.
Program ini juga menyarankan pengajaran berstruktur, tetapi tidak mendikte dimana orang dengan autisme seharusnya dididik. Program ini juga menyediakan layanan seperti identifikasi, pengembangan kurikulum, setiap individu, pelatihan keterampilan sosial, pelatihan dan konseling orang tua. Sebagai tambahan program ini juga menyediakan layanan konsultasi keberbagai kelompok profesinal. Orang tua dan guru dapat dilatih dengan pendekatan TECCCH.