Friday, 24 April 2015

Contoh Makalah Tujuan Pendidikan Anak Tunagrahita Berat

Contoh Makalah Tujuan Pendidikan Anak Tunagrahita Berat Pada hakekatnya sejak manusia menyadari dan menghawatirkan hidupnya serta kesejahteraan sesama manusia, sejak itu pula upaya-upaya rehabilitasi telah dilakukan .Para mahasiswa pendidikan luar biasa sebagai calon pendidik anak berkebutuhan khusus sudah seharusnya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mehabilitasi anak berkebutuhan khusus mengingat dalam profesinya sebagai guru khusus kelak akan bekerja sama dalam tim habilitasi di sekolah.



                                
                                                                          BAB I

                                                               PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang


Pada hakekatnya sejak manusia menyadari dan menghawatirkan hidupnya serta kesejahteraan sesama manusia, sejak itu pula upaya-upaya rehabilitasi telah dilakukan. Dalam sejarahnya, praktek rehabilitasi sudah cukup lama dilaksanakan, menurut Wiley (1958) sebagaimana disampaikan Zainudin (1994) dalam “Proses Rehabilitasi Pasien Mental di Rumah Sakit Jiwa”. Berdasarkan tulisan Marco Polo pada perjalanannya ke Kaisaran Mongol, ia mencatat bahwa kerajaan tersebut para petugas patroli jalanan selalu melakukan kegiatan terhadap orang-orang yang mengalami kecacatan dan kelemahan lainnya.

Mereka ini selanjutnya ditampung dalam suatu rumah perawatan semacam panti rehabilitasi yang didirikan di setiap kota, untuk disembuhkan dan dididik agar mampu melaksanakan kehidupannya secara wajar. Berdasarkan hal tersebut, maka rehabilitasi sangat penting diberikan pada anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat mengikuti pendidikan dan mampu melaksanakan kehidupannya secara wajar.

Para mahasiswa pendidikan luar biasa sebagai calon pendidik anak berkebutuhan khusus sudah seharusnya memiliki pengetahuan danketerampilan dalam mehabilitasi anak berkebutuhan khusus mengingat dalam profesinya sebagai guru khusus kelak akan bekerja sama dalam tim habilitasi di sekolah. Sebagai salah satu anggota tim, mereka wajib bertanggung jawab atas keberhasilan rehabilitasi dan habilitasi. Oleh karena itu, makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tujuan rehabilitasi dan habilitasi.


B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini, yaitu sebagai berikut :

1.    Apa pengertian rehabilitasi dan habilitasi ?

2.    Bagaimana rehabilitasi dan habilitasi anak tunagrahita berat ?


C.    Tujuan

1.         Mengetahui pengertian rehabilitasi dan habilitasi

2.         Mengetahui rehabilitasi dan habilitasi anak tunagrahita berat



                                                                         BAB II

                                                                  PEMBAHASAN

A.    Rehabilitasi dan Habilitasi

Habilitasi dan Rehabilitasi merupakan salah satu bentuk upaya untuk membantu mengatasi permasalahan anak berkelainan. Rehabilitasi merupakan upaya memberikan kemampuan kembali melalui bantuan medik, sosial, psikologik dan keterampilan yang diselenggarakan secara terpadu bagi anak yang memiliki kelainan agar dapat mencapai kemampuan fungsionalnya seoptimal mungkin. Sementara habilitasi merupakan upaya memberikan kemampuan melalui bantuan medik, sosial, psikologik, dan keterampilan yang diselenggarakan secara terpadu bagi peserta didik yang memiliki kelainan agar dapat mencapai kemampuan fungsionalnya.

Bagi anak yang mengalami kelainan pertumbuhan, seperti dalam bentuk retardasi mental, kelainan meuromotorik, gangguan bicara, cara berjalan yang khas, refleks patologis dan refleks psikologis meninggi, mata juling, gangguan akibat kerusakan batang otak serta late walker, dan gangguan pendengaran, maka kegiatan rehabilitasi program mencakup aspek medik dan rehabilitasi sosial psikologik. Program transplantasi kornea, penggunaan alat bantu splint, penggunaan prothese bagi amputie, merupakan contoh rehabilitasi medik bagi anak berkelainan pertumbuhan. Pelaksanaan program rehabilitasi tersebut sudah tentu disesuaikan dengan kebutuhan karena tidak semua anak membutuhkan macam-macam program tersebut.

Program habilitasi terutama untuk pengembangan kemampuan anak pada aspek pendidikan dan keterampilan, termasuk keterampilan dalam menolong dan merawat diri terangkum dalam program bina diri.

Beberapa hal penting yang tersirat dalam pengertian rehabilitasi dan habilitasi adalah

1.    Rehabilitasi dan habilitasi bagi penyandang cacat itu merupakan proses rangkaian kegiatan. Artinya kegiatan yang dilakukan dalam rangka rehabilitasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali melainkan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan.

2.    Sifat kegiatan yang dilakukan oleh petugas rehabilitasi dan habilitasi adalah berupa bantuan, dengan pengertian setiap usaha rehabilitasihabilitasi harus selalu berorientasi kepada pemberian kesempatan kepada peserta didikpenyandang cacat yang dibantu, yaitu untuk memecahkan permasalahannya dengan kemampuan penyandang cacat sendiri.

3.    Arah dari kegiatan rehabilitasi adalah untuk refungsionalisasi dan pengembangan, sedangkan arah habilitasi hanyalah pengembangan saja.

4.    Refungsionalisasi artinya rehabilitasi penyandang cacat mengarah pada upaya pengembalian fungsi kemampuan penyandang cacat. Hal ini penting karena sebagian penyandang cacat, kecacatannya terjadi setelah mereka berusia dewasa, sehingga sebelum cacat mereka telah memiliki kemampuan tertentu, seperti dalam hal menolong diri sendiri, bekerja secara produktif, dan sebagainya.

5.    Sementara itu pengembangan disini dalam arti bahwa kegiatan rehabilitasi dan habilitasi bagi penyandang cacat diarahkan pada upaya aktualisasi potensi kemampuan yang dimiliki. Disini juga dirasa sangat penting sebab kecacatan seseorang tidak menutup kemampuan menjadi tidak ada.


B.     Rehabilitasi dan Habilitasi Anak Tunagrahita Berat

Tujuan pendidikan anak tunagrahita berat      :

1.    Agar dapat mengurus diri secara sederhana

2.    Agar dapat melalukan kesibukan secara sederhana

3.    Agar dapat bergembira


Karakteristik:

1.    Kecerdasan

Kapasitas belajarnya sangat terbatas dengan IQ antara 25 kebawah, sehingga tidak mampu menerima pendidikan secara akademis. Hanya dapat berkembang paling tinggi seperti anak normal yang berumur 3 atau 4 tahun.

2.      Sosial

Dalam pergaulan mereka tidak dapat mengurus, memelihara dan memimpin diri.Mereka akan selalu bergantung kepada orang lain.

3.      Emosi

Anak tunagrahita berat hampir tidak memperlihatkan dorongan untuk mempertahankan diri. Kalau mereka lapar atau haus, mereka tidak menunjukkan tanda-tandanya.


Habilitasi

1.    Tujuan

Supaya anak bisa memberikan isyarat kepada orang lain atau pengasuh tentang apa yang anak inginkan.

2.    Materi

a.    Anak diberikan lonceng, untuk menandakan dia merasakan atau membutuhkan sesuatu.

b.    Perawat atau orang tua atau guru memperlihatkan gambar misalnya gambar makanan, minuman atau gambar kamar mandi.

c.    Anak diperintahkan untuk menunjukkan gambar yang dia rasakan atau butuhkan.

3.    Media

a.    Gambar

b.    Lonceng

c.    Alat makan

4.    Petugas

a.    Orang tua

b.    Perawat

c.    Guru

5.    Monitoring

Dilakukan oleh petugas (orang tua, perawat, guru)

6.    Tempat

a.    Rumah

b.    Yayasan

7.    Evaluasi

a.    Memantau perkembangan anak setiap harinya.

b.    Dikenalkan pada gambar, misalnya :

1)      Gambar piring/orang sedang makan untuk menunujukan ingin makan,

2)      Gambar gelas/orang sedang minum untuk menunjukan ingin minum,

3)      Gambar toilet untuk menunjukan ingin buang air.

8.    Biaya

Dari orang tua

                                                                    BAB III

                                                                 PENUTUP

    A.    Kesimpulan

Habilitasi adalah usaha yang dilakukan seseorang agar anak menyadari bahwa mereka masih memiliki kemampuan atau potensi yang dapat dikembangkan meski kemampuan atau potensi tersebut  terbatas.

Rehabilitasi adalah usaha yang dilakukan dengan berbagai macam bentuk dan cara, sedikit demi sedikit mengembalikan kemampuan yang hilang atau belum berfungsi optimal. Dalam kegiatan pembelajaran, guru hendaknya berusaha mengembangkan kemampuan atau potensi anak seoptimal mungkin, melalui berbagai cara yang dapat ditempuh.

Meskipun dalam bidang akademik anak tunagrahita memiliki kemampuan yang terbatas, namun dalam bidang-bidang lainnya mereka masih memiliki kemampuan atau potensi yang masih dapat dikembangkan, sehingga mereka perlu direhabilitasi dengan melihat tujuan pendidikan anak tunagrahita berat          , yaitu :

1.    Agar dapat mengurus diri secara sederhana

2.    Agar dapat melalukan kesibukan secara sederhana

3.    Agar dapat bergembira


No comments:

Post a Comment